Tentang Sayal….

 

He..he.. tulisan saya kali ini justru ttg sayal (ganja), mencoba utk menelanjanginya dgn pikiran2 yg sedikit subyektif. Bahasannya agak miring2 ke sejarah. Sayal itu bahasa “slank”/balikan dari Jogja, seperti dagadu yang artinya matamu. sayal artinya “barang”, kata ini merupakan kata yg umum dalam dunia drugs (kata pengganti utk menyebut jenis drug secara tdk langsung). Alasan dibalik penggunaan kata tersebut dikarenakan status drugs yang masih merupakan komoditi illegal. Para “aktivis” drug menggunakan kata2 sandi ini utk mengkamuflasekan situasi. Kebetulan di Jogja penggunaan kata “barang” diidentikkan dengan ganja. Hal ini bisa terjadi karena sebagian besar peredaran drugs di Jogja adalah ganja.

Kembali pada usaha utk menelanjangi ganja! Ganja merupakan tanaman semak belukar dan tumbuh di seluruh belahan dunia. Nama latinnya adalah Cannabies. Ada 3 macam tipe canabies.

1. Cannabis Sative = banyak mengandung serat fiber dan minyak, bahkan katanya serat fiber terbaik berasal dari tanaman ini. Jenis ini yg paling banyak ditemukan dan dapat tumbuh hingga sekitar 20 kaki

2. Cannabis Indica = jenis ini lebih kecil bentuk fisiknya dan seperti pyramid pepohonannya, dapat tumbuh sekitar 8 kaki. Jenis ini mengandung lebih banyak mengandung intoxicating resin (zat psychoactive)

3. Cannabis ruderalis = jenis ini hanya berukuran sekitar 2 kaki dan tidak mempunyai cabang. Kandungan dari jenis ini hampir sama seperti canabies indica.

Ganja diketahui sebagai tanaman tertua yg mengandung zat psychoactive bagi manusia. Pemanfaatan ganja pertama kali pd sejarah manusia adalah sebagai obat (medicine). Kurang lebih sekitar 2700 SM, seorang pharmachiest cina yang bernama Shen Nung menggunakan tanaman ini sebagai obat2an. Ada beberapa sumber yg mengatakan bahwa mereka juga membuat tali, pakaian dan jala ikan dari cannabis dan produk yg berasal dr tanaman ini diketahui berkualitas tinggi. Hal ini juga dilakukan bangsa persia (ketika zoroaster msh aktif disana), mereka membuat list 10000 tanaman medis dan menempatkan cannabis sebagai urutan pertama. Bangsa Cina menggunakan cannabis utk mengobati malaria, konstipasi, rheumatics dan mereka juga menggunakan resin dari cannabis dan wine sebagai analgesik (obat bius).

Bangsa India menggunakannya utk obat susah tidur, flu, sakit kepala, penambah nafsu makan dan disentri. Di Afrika mereka menggunakannya sebelum kelahiran bayi, sebagai analgesik ketika melahirkan. Pada kisaran 100 SM, bangsa cina mulai mengembangkan teknologi pembuatan kertas dgn menggunakan cannabis.

Kemudian diikuti oleh bangsa eropa yg memulai 6 abad kemudian. Mulai saat inilah cannabis menjadi salah satu “main commodity” dalam dunia perdagangan saat itu. Boleh percaya atau tidak, pemerintahan Islam di zaman pertengahan juga menjadikan cannabis sebagai salah satu komoditas perdagangan mereka. Cannabis juga menjadi beberapa penyebab peperangan. Seperti perang tahun 1812, saat Napoleon menyerbu Rusia dan Amerika melawan Inggris. Napoleon menyerang rusia karena Rusia menjadi pemasok terbesar Cannabis ke Inggris dan Napoleon merupakan sekutu dari Amerika.

Mengapa? Cannabis adalah serat fiber terbaik!!!. Di tahun 1942 Amerika mendistribusikan 400.000 pounds bibit cannabis ke ke seluruh petani america yang berada di wisconsin hingga kentucky. Hal ini mereka lakukan setelah Jepang menginvasi Philipina. Perlu diketahui, Philipina merupakan salah satu supplier cannabis terbesar bagi Amerika. Pabrikan mobil Ford diketahui menggunakan serat fiber dari cannabis sebagai bahan pokoknya. Cannabis juga diketahui sebagai sesuatu yg eksis dalam beberapa kebudayaan dunia seperti Tao, Hindu, Jepang, amerika selatan, sufi dan rastafaria. Sekali lagi! boleh percaya atau tidak, sejarah kata “assassin” berasal dari kata hashish. Kata ini muncul pada zaman Islam di abad pertengahan. Assassin adalah sebutan utk pembunuh bayaran. Mereka dibayar dengan kemewahan dan hashish (ekstraksi dari sejumlah pohon cannabis yg berkualitas tinggi). Dan kebanyakan klien mereka adalah pemerintahan Islam.

Budaya merokok cannabies utk tujuan psychoactive dimulai dari India, Arab dan Amerika Selatan. Hal ini disebabkan karena tanah mereka menghasilkan jenis cannabies yg banyak mengandung resin. 2 jenis tanaman cannabis seperti indica dan ruderalis banyak tumbuh di daerah yang panas. Di India ada 3 jenis penyajian cannabis, Bhang yg dibuat dari seluruh bagian tanaman, Ganja yg dibuat dari bunga tanaman dan Charas yg dibuat dari resin tanaman. Cannabis dipercaya sebagai tanaman yg dibawa oleh Siva dari pegunungan Himalaya. Merokok ganja merupakan simbol dari hospitality, transendenity dan persaudaraan.

Ganja, Marijuana, Hemp, Weed, Cimeng, Sayal dan sebutan yang lainnya ternyata mempunyai posisi yg kuat dalam perjalanan sejarah peradaban manusia. Pemberian status “drugs” kepada Cannabis tidak lepas dari kepentingan2 ekonomi dan politik. Terlalu banyak mitos2 yg diciptakan oleh kepentingan kapital, hegemoni negara dan kelompok2 lainnya yg mendiskreditkan “pengguna marijuana”. Terlalu banyak pula riset2 kesehatan yang mendukung penggunaan cannabis dalam kehidupan manusia. Satu pertanyaan yg menjadi penutup, Apakah selalu segala sesuatu yg berasal dari “surga” itu hanya boleh dimiliki sekelompok golongan tertentu?

One response to “Tentang Sayal….

  1. Nice wrote man… Legalize it ….

    One of thousand reason that VOC came to Indonesia, i believed it’s because of it…

    Common Historical Books Says ‘Rempah2’

    Sayal jg dapat menyembuhkan Asma, satu dari kawan diriku mengalaminya…diriku pernah merlakukan riset kecil2an untuk sebuah cerita film. Pada awalnya research mengenai pendudukan belanda dan perkembangan anggrek di Indonesia. Dalam salah satu artikel yg diambil dari buku karangan salah satu Governor belanda yg pernah menduduki Indonesia disebutkan bahwa aada seorang juragan tanah ditahun 1819 (kl tdk salah sekitar thn segitulah) bernama H. Djamhari yg memberikan sebuah rokok yg digulung kepada salah satu ajudan governor tsb yg juga penderita asma kronis. setelah beberapa saat terus mengkonsumsi rokok gulung tersebut si ajudan sembuh total dari asmanya.

    Menurut diriku rokok gulung tersebut pastilah Sayal, karena yg terjadi dengan kawan diriku yg dahulu selalu ditemani oksigen disamping tidurnya utk persiapan jikalau kambuh asmanya, yg terjadi sekarang Sayal great for his Asthma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s